Kamis, 07 Agustus 2008

Tips - tips yang lain

I. METODA PENYIRAMAN AGLAONEMA ALA MyGarden
Metoda penyiraman yang biasa kami lakukan yang sudah pasti menggunakan Baode sebagai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh – Fithohormone) dan Pupuk unggulan Kami, yang telah memerikan hasil yang tidak mengecewakan apalagi menyakitkan dan bahkan menyenangkan hati. Bagaimana tidak, aglaonema yang mau “Die” saja bisa diusahakan untuk survive lagi, juga aglaonema yang sedikit akar, dalam kurun waktu dibawah 1½ bulan, akar baru bisa mampu keluar, serta yang tak kalah penting adalah penambahan daun dan kecerahan corak daun serta kesegaran sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Termasuk juga untuk perawatan yang khusus untuk aglaonema yang baru datang dari luar masuk ke kebun, baik itu aglaonema lokal maupun aglaonema import, sudah dipastikan tahap pertama adalah kami mengganti media tanamnya dengan media racikan kami kemudian akan kami perkecil pemakaian potnya sedemikian sehingga proporsional.
Adapun metoda penyiraman yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

1. Nomor satu yang paling utama, adaah sebelum memulai penyiraman, berdo’alah kepada Sang Hakikat pemilik Aglaonema ini, yaitu Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Hidup, bahwa Kita melakukan penyiraman ini dalam rangka ikhtiar untuk merawat ciptaan-Nya dan berharap berhasil mendapatkan aglao yang segar, sehat, tumbuh subur, beranak-pinak dan terhindar dari serangan penyakit. Nomor Wahid ini jangan sampai dilupakan.
2. Untuk pemakaian Baode akar, kami lakukan penyemprotan seminggu sekali dengan takaran serbuk putih sebanyak kurang lebih sebesar ”pentol korek api” untuk ukuran 1 liter air, dikocok sampai larut dan disiramkan ke media sampai basah atau tiris. Apabila air yang keluar di bawah pot (hasil tiris tersebut) mau digunakan lagi, maka bisa ditampung dalam wadah, dan bisa dipakai untuk menyiram media untuk tanaman yang lain. Lebih jelasnya silahkan lihat photo berikut urutannya.
3. Untuk pemakaian Baode Daun kadang kami menggunakan dengan 3 metoda dan hasilnya relatif sama. Sebagai berikut:

* Serbuk coklat Baode Daun diambil sebanyak kurang labih 2-3pentol korek api, lalu dilarutkan dengan air dalam botol air mineral ukuran 600ml, dikocok sampai larut, sehingga diperoleh larutan “biang” berwarna “kecoklatan”. Untuk dosis ini, bisa ditingkatkan bertahap sesuai dengan keinginan, dengan kata lain, dosis lebih tinggi tidak berefek negatif, bahkan bisa lebih bagus hasilnya. Dari “biang” tersebut, diambil 3-5tutup botol air mineral tersebut kemudian dilarutkan lagi dengan air 1 liter atau lebih untuk sekali penyiraman. Dan dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari. Penyiraman ini dilakukan dengan cara disemprotkan ke permukaan daun atas dan bawah serta batang dengan “sprayer” (mirip pengkabutan)

* Untuk cara kedua, seperti halnya nomor (a) di atas tetapi si “biang” dalam botol air mineral tersebut, dibagi 6 atau 7 bagian, dimana 1 bagian digunakan untuk sekali penyiraman dengan cara yang sama.

* Untuk cara ketiga, larutan baode daun ukuran 1-2pentol korek api tersebut langsung dilarutkan dengan air 1-2liter dan dilakukan seminggu sekali disemprotkan sampai basah ke daun dan ke media tanam. Seminggu sekali dilakukan diantara pemakaian baode akar.

4. Dalam pertengahan minggu atau 3 hari setelah penyiraman baode akar, sudah dipastikan media akan kering (bergantung cuaca) sehingga untuk menjaga kelembaban media yang cukup, dilakukan penyiraman media sampai basah/tiris dengan air bersih biasa, atau dengan kata lain diguyur air. 5. Dalam kurun waktu sebulan atau 2 minggu sekali, baik dilakukan bersamaan dengan baode daun, larutan untuk penyiraman ditambahkan nutrisi unsur micro ½ dosis dari yang tertera dalam produk. Untuk pemenuhan unsur micro ini, Kami menggunakan merek METALIK. Selain itu, kami juga menambahkan kebutuhan calsium yang ditambahkan sedikit. Merek yang digunakan adalah Growmore Calcium. Tetapi untuk penambahan calsium ini kami gunakan kadang-kadang berpola “seingat-nya” saja. Kadang sebulan sekali kadang 2 bulan. Tetapi untuk tanaman yang kelihatannya ada gangguan penyakit atau ketika musim hujan, kebutuhan akan calsium menjadi perhatian.

Untuk penggunaan pupuk lain (bagi yang mau menggunakan), kami juga menggunakan pupuk slow release pada saat repotting baik itu merek Osmocote maupun dekastar, dan kami menggunakan yang berimbang (13-13-13+TE) sedangkan untuk merek osmocote (original import – dijual dalam toples), karena tidak mendapatkan yang berimbang, kami gunakan dengan unsur N (nitrogen) yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu tinggi (19-6-12). Selain pupuk slow release, kami juga kadang-kadang menambahkan hyponex berimbang 20-20-20 sebulan sekali atau 2 minggu sekali dengan dosis rendah. Dan dilakukan bisa bersamaan dengan baode daun.
Berikut gambaran pelaksanaanya dengan photo:

II. Repotting atau penggantian media dan/atau pot
Repoting atau penggantian media tanam dengan yang baru dikarenakan beberapa hal, diantaranya dengan alasan ukuran pot terlalu kecil atau terlalu besar atau karena memang media tanam sudah mencapai umur 5-6bulan.
Kami biasa mengganti media tanam bisa 5-6bulan sekali atau bahkan bisa 8-10bulan sekali. Tetapi kalau penggemar aglaonema dengan jumlah tanaman yang lebih sedikit mungkin bisa lebih terkontrol dan lebih optimun dilakukan repoting 4-5bulan sekali.
Sebagai sharing, pengguna baode seperti kami, pada saat repoting, media tanam yang lama akan terlihat lebih hancur dikarenakan kemampuan baode akar menguraikan unsur organik di dalam media untuk dijadikan hara. Silahkan dibuktikan.

Adapun urutan repoting cara MyGarden adalah sebagai berikut:

1. Sudah tentu pertama kali, berdo’a terlebih dahulu kepada Tuhan yang Maha Pencipta Maha Pengatur dan Maha Hidup.
2. Siapkan material-material yang diperlukan, aglaonema itu sendiri, baode daun atau akar, media baru, pot pengganti (atau tidak diganti) yang lebih pas/proporsional (jangan terlalu besar) dan pupuk slow release yang dipilih.
3. Siapkan pot dengan styform di bagian bawah secukupnya. Pengganti styform bisa menggunakan pecahan genting atau bata merah atau arang.
4. Masukkan media ke pot secukupnya, kurang lebih 1/3 atau ¼ pot.
5. Lepaskan aglao dari pot dengan hati-hati. Pegang batang aglao dekat media diapit jemari, miringkan pot dan lepaskan aglao dari pot. Lepaskan Media yang melekat di bonggol dan akar aglao dengan hati-hati. Atau dengan cara direndam dalam air, sehingga media yang nempel akan lepas sendiri.
6. Masukkan aglao ke dalam pot tersebut hingga di tengah-tengah, dan taburkan media diatas perakarannya sedikit demi sedikit tetapi belum sampai penuh.
7. Taburi pupuk slow release yang dipilih, kurang lebih sesendok teh (disesuaikan dengan ukuran tanaman)
8. Tambahkan media sedikit demi sedikit sampai penuh.
9. Untuk memadatkan gunakan dengan cara pot samping di pukul-pukul sehingga media turun sendiri dengan gravitasinya. Peringatan! JANGAN memadatkan media dengan cara ditekan-tekan dari atas/permukaan media.
10. Setelah cukup, siram media dengan air baik, dengan cara disemprot atau dituangi air atau dengan air dari slang keran air langsung sampai basah kuyup, untuk membantu memadatkan dan membagi media ke sela-sela akar.
11. setelah tiris, semprot media dengan menggunakan larutan baode akar atau daun.
12. Repoting selesai…

Tidak ada komentar: